Wahyu Manuma Utama Apresiasi Program UMKM Digital Pemkot

Wahyu Manuma Utama Apresiasi Program UMKM Digital Pemkot

InteraktifNews - Pengusaha Muda Wahyu Manuma Utama mendorong pelaku usaha kecil untuk melirik pasar berbasis digital. Ini disampaikannya saat dimintai tanggapan terkait rencana peluncuran program 200 UMKM berbasis digital yang baru saja digagas Pemerintah Kota Bengkulu, Sabtu (19/01/2018)

Wahyu menyebut banyak faktor yang jadi penghambat kurang geliatnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bengkulu akhir-akhir ini. Ada faktor internal, seperti persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM), kemampuan manajerial, terbatasnya modal dan problem menembus pangsa pasar. Sedang faktor eksternal antara lain, menjamurnya ritel waralaba yang mulai merambah pasar UMKM dan derasnya pertumbuhan usaha berbasis digital.

"kita siap dorong pelaku UMKM untuk merambah dunia digital, usaha berbasis online bukan barang baru lagi, kedepan kita berharap pelaku UMKM Kota Bengkulu bisa memasarkan produknya lewat online," kata Wahyu.

Terkait ritel waralaba yang makin menjamur, lanjut pria yang populer disapa WMU itu menilai harusnya diimbangi dengan turut membantu pemasaran produk-produk lokal. Bahkan lebih baik ada semacam perjanjian kerjasama dengan pelaku UMKM dalam hal pemasaran produk, yang difasilitasi pemerintah.

"Harusnya dengan banyak dibukanya Indomaret maupun Alfamart bisa dimanfaatkan untuk memfasilitasi pemasaran produk lokal, seperti kopi, kue tat dan lainnya, jangan hanya menjual produk-produk luar saja. Saya pikir pemerintah dan DPRD bisa mendorong itu melalui penerbitan regulasi yang menjamin kemitraan antar pelaku usaha dengan UMKM lokal” ujar WMU.

Lebih lanjut, WMU mengapresiasi Program Digitalisasi 200 UMKM Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Namun, menurutnya pemkot melalui instansi terkait dapat lebih menggali lagi kemudian memahami apa yang menjadi persoalan dasar bagi pelaku usaha.

Karena berdasarkan hasil door to door dan face to face dirinya beberapa bulan terakhir, packaging (kemasan)distribusi dan presentasi saat ini masih menjadi kendala mendasar, disamping SDM yang dimiliki pelaku UMKM, sebelum terjun ke pasar baru (jualan online).

"Kalau masalah packaging itukan masalah mesin dan sumber daya, kita bisa membuat packaging dengan bagus agar layak masuk, agar UMKM bengkulu bisa semakin berkembang, nantikan kita bisa data, setelah kita turun ke lapangan dan kita dalami pada dasarnya salah satu masalah UMKM yaitu masalah distribusi, jadi ke depan kita bisa support agar bisa masuk ke segmen pasar yang lebih bagus seperti online," tutur WMU.

WMU punya harapan besar lewat Program Digitalisasi 200 UMKM, dengan mulai menata UMKM sedemikian rupa. Pemerintah harus mensupport pelaku UMKM mulai dari penataan website, proses distribusi, promosi dan mencari pasar di luar Bengkulu.

"Contohnya rendang saja bisa masuk dalam kategori barang yang dijual di online, berkaca dari itu jika ada website yang dikelola bersama Pemkot Bengkulu itu bisa membuat UMKM kita berkembang," kata WMU, yang juga merupakan Caleg DPRD Kota Bengkulu Nomor Urut 6 Dapil I Kecamatan Teluk Segara, Sungai Serut dan Muara Bangkahulu dari PAN.

"Nantikan jika eksekutif maupun legIslatif yang ke pusat atau ke daerah lain, bisa mempromosikan bahwasanya Bengkulu ada website UMKM yang bisa diakses semua orang dan website itu di bawah naungan Pemerintah Kota Bengkulu. Mempermudah di dalam memasarkan UMKM, diberi user ID nanti UMKM bisa mengeshare sendiri produk-produk lokal yang ingin dipasarkan," demikian WMU. 

Reporter : Anasril azwar
Editor : Riki Susanto