PO SAN Enggan Penuhi Tuntutan Korban Kecelakaan

kecelakaan bus

Perwakilan Manajemen PO SAN, Freddy Febrianto, Foto: Dok

Interaktif News – Manajemen Bus PO SAN mengaku tidak sanggup memenuhi tuntutan korban kecelakaan Bus SAN yang terjadi 2 bulan lalu di Desa Renah Panjang Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma.

Perwakilan Manajemen Bus PO SAN Freddy Febrianto menyampaikan, pihaknya sejak awal kejadian sudah berupaya kooperatif dengan menghadirkan sopir dan mobil saat mediasi. Termasuk memberikan santunan berupa kursi roda dan tongkat serta menjenguk korban di rumah sakit. 

Namun kata Freddy, pihak kelurga korban meminta bertemu langsung dengan pimpinan dan menawarkan jumlah santunan yang tidak bisa dipenuhi oleh perusahaan.

“Perusahaan belum bisa menerima permintaan dari korban, menurut kami nominal yang diminta dari keluarga itu sangat fantastis," terang dia, Kamis, (08/09/22)

Ia menegaskan, pihak perusahaan sangat terbuka seandainya permasalahan ingin diselesaikan dengan cara kekeluargaan tetapi kalau memang tidak ada jalan keluarnya, perusahaan bersiap untuk menempuh jalur hukum.

"Bagaimana maunya kami persilahkan, dan kalau mereka ingin menyelesaikan secara restoratif justice ataupun jalur hukum kami sangat terbuka akan hal itu" tegas dia.

Sebelumnya, keluarga korban kecelakaan meminta pertanggungjawaban dari PO SAN atas kondisi ketiga korban yang saat ini masih terbaring di tempat tidur. Ketiga korban yang masih anak-anak itu kondisinya sangat memprihatinkan. 

Susneli (48) ibu dari salah seorang korban mengatakan, akibat kecelakaan itu anaknya mengalami patah kaki kanan. Kini kondisi anaknya masih terbaring di tempat tidur dengan kondisi kaki yang belum pulih. 

"Anak saya masih terbaring, kaki kanannya patah dan masih harus terapi usai dilakukan operasi," kata Susmeli saat ditemui awak media di rumahnya, Rabu, (7/9/2022).

Hal serupa juga dialami 2 putri Parulian Simatupang yang mengatakan, kedua putrinya adalah korban kecelakaan Bus SAN dan sempat mengalami kritis di RSUD M Yunus Bengkulu.

Anak sulungnya mengalami geger otak dan tulang iga sedangkan adiknya mengalami cedera di kepala, pendarahan di perut dan patah kaki kanan. Saat ini keduanya masih menjalani perawatan di rumah sakit 

"Kami hanya minta anak kami dimanusiakan karena sudah menjadi korban, sampai detik ini pun belum ada perhatian dari pihak PO SAN yang terkesan lepas tangan pasca kejadian ini,” kata Parulian.

Kasatlantas Polres Seluma, Iptu Jangkung mengatakan, kasus kecelakaan PO SAN saat ini masih tahap proses penyelesaian dan untuk supir masih diwajibkan lapor. Mediasi antara PO SAN dan korban telah dilakukan tetapi belum mendapatkan kesepakatan untuk berdamai.

"Kita masih lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam lakantas itu, upaya mediasi sudah dilakukan dan belum menemukan titik temu damai," kata Kasat.

Reporter: Deni Aliansyah Putra