Pergub Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Didorong Jadi Perda

Pemerintah Provinsi Bengkulu

Pertemuan Bersama Dalam Rangka Meningkatkan Sinergi Penanganan Pandemi Covid-19 di Pimpin langsung Plt Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu. Rabu, 7 Oktober 2020. Foto/Dok: Alfridho AP 

Interaktif News - Dalam rangka meningkatkan sinergi penanganan pandemi Covid-19, Pemprov Bengkulu bersama Forkopimda melakukan pertemuan bersama yang dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah, Rabu (7/10), di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu.

"Kita membahas isu - isu terkait penanganan Covid, kita juga menghadapi Pilkada, juga langkah - langkah strategis yang akan diambil terkait agar penyebaran Covid ini bisa menurun," jelas Dedy selesai acara yang dikemas dalam Coffee Morning tersebut.

Dijelaskannya, dalam pertemuan ini banyak usulan - usulan dari Forkopimda untuk penanganan Covid. Di antaranya dari Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Teguh Sarwono agar Peraturan Gubernur (Pergub) Bengkulu Nomor 22 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dapat ditingkatkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) agar mempunyai dasar hukum yang kuat. 

Di samping itu, baik Kabupaten/Kota lebih meningkatkan jadwal aksi dan sosialisasi Covid-19 kepada masyarakat di tempat - tempat umum. Seperti pasar juga di perkantoran dan tempat - tempat ibadah.

"Dari hasil pertemuan ini Alhamdulilah disimpulkan yang pertama kita harus mendorong untuk pembentukan Perda, karena itu lebih kuat, lebih ada kepastian, di dalam Perda nanti mengatur seluruhnya terkait dengan keramaian, tempat - tempat hiburan dan seterusnya, kira - kira begitu," papar Dedy.

Pada pertemuan ini juga membahas Kesiapsiagaan Ancaman Bencana Hidrometeorologi, di mana Bengkulu kini memasuki musim penghujan, menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu curah hujan mulai mengalami peningkatan intensitas dari normal 100 -150 mm menjadi 300 mm. Serta diperkirakan puncaknya pada Bulan November dan Januari.

"Karena kita merupakan daerah rawan bencana maka kita ajak juga dari tadi BMKG untuk menjelaskan situasi cuaca ke depan agar langkah - langkah apa yang harus di ambil agar paling tidak kita bisa mengantisipasi kejadian bencana ini, salah satu poinnya juga kita akan melakukan kampanye kepada masyarakat agar lebih waspada dan mengetahui kondisi cuaca ke depan," sampai Dedy. 

Reporter: Alfridho AP

Editor: Iman SP Noya