Pemkab Seluma Tarik Mobil Desa Tidak Patuh Bayar Pajak

mobil dinas

Salah satu mobil desa yang ditarik Pemkab Seluma, Foto: Dok/Deni Aliansyah Putra

Interaktif News - Pemkab Seluma melalu Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Perkimhub) kembali menerima pengembalian mobil operasional desa tidak taat pajak.

Kabid Perhubungan Jeffy Romadhani mengatakan, untuk saat ini ada tiga mobil operasional desa yang dikembalikan dengan kondisi rusak berat serta telah lama mati pajak.

"Saat ini baru ada dua desa yang telah mengembalikan mobil operasionalnya dan satu desa masih tahapan proses, alasan pengembalian dikarenakan mobil sudah rusak dan pajak telah lama tidak aktif," kata Jeffy, Selasa, (22/11/2022).

Lanjutnya, dua unit mobil yang telah dikembalikan yakni mobil milik Desa Giri Mulya Kecamatan Talo dan Desa Nanti Agung, Kecamatan Semidang Alas sedangkan mobil Desa Sinar Pagi, Kecamatan Seluma Utara masih dalam proses mengurus berkas pengembalian.

"Kalau mobil yang telah dikembalikan sementara ini ada dua mobil dan satunya lagi mengurus administrasi pengembalian dan itu kita tunggu," ujar Jeffy.

Problemnya kata Jeffy hampir sama, mobil dikembalikan lantaran tak sanggup memperbaiki kerusakan, tidak mampu bayar pajak dan KIR. 

"Problemnya sama yaitu mereka tidak mampu mengurus dan merawat kendaraan maupun itu mengurus KIR dan pembayaran pajak sehingga desa-desa ini lebih memilih untuk mengembalikan” katanya.

Saat ini pihakknya terus melakukan indentifikasi mobil-mobil operasional desa maupun mobil bumdes yang tidak patuh bayar pajak. Pihaknya akan melakukan tarik paksa apabila tidak dikembalikan. 

"Sebanyak 94 Mobil operasional dan 54 milik Bumdes kalau tidak juga patuh bayar pajak, pasti akan kita tahan ataupun kita tarik lagi mobilnya dan juga besar kemungkinan desa tersebut tidak dapatkan lagi hibah bantuan mobil" tegas Jeffy.

Lebih lanjut Jeffy menjelaskan, mobil yang sebelumnya diserahkan kepada desa tersebut statusnya masih pinjam pakai sedangkan untuk pengadaan tahun depan semua mobil desa akan dihibahkan sepenuhnya dan menjadi milik desa.

"Ini harus diketahui dulu mobil tersebut masih statusnya pinjam pakai tetapi lain hal di tahun 2023 mendatang, rencananya akan diserahkan sepenuhnya jadi milik desa," kata dia. 

Reporter: Deni Aliansyah Putra