Musorprov KONI Bengkulu Diminta Berjalan Sesuai Agenda

KONI Bengkulu

Emil Reza Satyagraha, Ketua Harian PERBASI Provinsi Bengkulu, Foto: Dok

Interaktif News - Rencana Musyawarah Olaharga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu kian berdinamika. Terbaru muncul wacana dari beberapa kalangan agar agenda besar KONI Bengkulu itu ditunda. Alasanya agenda itu disebut terlalu terburu-buru sedangkan masih banyak agenda lain yang mesti diurus.

Ketua Harian Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PEBASI) Provinsi Bengkulu, Emil Reza Satyagraha ketika dimintai komentar terkait wacana penundaan itu berpendapat berbeda. Menurut Emil, agenda Musorprov KONI sudah sesuai dengan rencana organisasi karena telah diputusakan dalam rapat kerja provinsi (Rakerprov) pada bulan Mei lalu. Yang mana telah disepakati agar agenda Musorprov dilaksanakan sesudah PON atau selambat-lambatnya bulan Desember 2021. 

“Jadi jelas tidak terburu-buru karna sejak bulan Mei 2021 sudah diputuskan, Musorprov tidak bisa ditunda dengan alasan apa pun sesuai dengan tugas Plt KONI. Tugasnya menyiapkan dan melaksanakan Musorprov KONI Provinsi Bengkulu paling lambat bulan Desember 2021” kata Emil.

Sejauh ini kata Emil, pengurus Plt. KONI Bengkulu sudah on the track dalam menjalankan agenda-agenda strategis organisasi. Kebutuhan mendesak adalah dukungan dari semua pihak agar KONI Bengkulu segera memiliki pimpinan definitif sehingga agenda organisasi bisa berjalan lebih baik. 

“Kalau ada keinginan menunda Musorprov atau KONI Pusat mengambil alih KONI Bengkulu suatu hal yang tidak mungkin, untuk apa KONI Pusat mengeluarkan SK Plt KONI Bengkulu? kecuali Plt dan pengurus tidak mampu melaksanakan Musorprov sampai bulan Desember 2021” jelas dia. 

Mengenai tahapan-tahapannya agenda Musorprov, Emil berpendapat sudah sesuai dengan AD ART. Salah satunya dibentuk panitia penjaringan calon dan dibuka pendaftaran, termasuk syarat-syarat pencalonan. 

“Saya kira ini baik demi transparansi sehingga melalui panitia ini calon-calon potensial bisa mucul dan panitia juga bisa selektif. Tujuannya tentu agar pemimpin KONI Bengkulu kedepan lebih baik lagi” kata Emil.

Sementara menurut Ketua KONI Kabupaten Kepahiang Andreeano Trovilan, hal-hal yang berkaitan dengan laporan pertanggungjawaban pengurus baik keuangan maupun program kerja akan dibahasa dalam arena Musorprov. Masalah tersebut merupakan satu kesatuan dalam agenda Musorprov selain memilih ketua dan pengurus baru. 

Prinsip Musorprov lanjut Andreeano adalah arena konsolidasi organisasi dan musyawarah mufakat. Agenda utamanya adalah bagaimana KONI kedepan, disitu akan dibahas LPJ pengurus yang mana berisi laporan keuangan, laporan pelaksanaan program kerja dan lain-lain. 

“Peserta musyawarah bisa saja menyatakan opsi menerima atau tidak menerima LPJ pengurus dan kalau ada temuan penyelewengan keuangan, bisa diserahkan ke aparat penegak hukum. Soal pergantian pengurus itu bagian kecil dari agenda Musorprov. Intinya seluruh masalah KONI bisa dituangkan dalam agenda Musorprov. Saya pikir tidak relevan untuk melontarkan wacana penundaan. Justru semakin cepat Musprov ini digelar akan lebih baik, demi masa depan olahraga kita” tutup Andreeano. [KP]