Misi Selamatkan Olahraga Bengkulu, Bung Yogi Daftar Pertama Calon Ketua KONI

Yogi Pramdani

Yogi Pramadani usai mendaftarkan diri sebagai calon ketua KONI Provinsi Bengkulu, Selasa, 02 November 2021, Foto: Dok

Interaktif News - Yogi Pramadani menjadi pendaftar pertama calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu untuk masa jabatan 2021-2025. Ia mendatangi langsung sekretariat panitia penjaringan calon ketua di Kantor KONI Bengkulu dengan didampingi tim dan kolega, Selasa, (02/11/2021).

Yogi yang juga Ketua DPW PSI Provinsi Bengkulu mengusung misi ingin menyelamatkan prestasi olahraga Bengkulu baik regional maupun di kancah nasional. Bahkan ia menargetkan prestasi olahraga Bengkulu bisa berada di tingkat 20 besar nasional. 
 
Usai mendaftar Yogi mengatakan, pembenahan prestasi atlet terutama di bidang kesejahteraan akan menjadi fokus utama. Masalah tersebut saat ini masih menjadi isu pokok. Banyak atlet yang berpretasi namun, belum mendapat perhatian penuh sehingga berdampak pada regenerasi atlet. 

“Saya berkeyakinan penuh potensi atlet kita tidak kalah dengan atlet dari daerah lain. Kuncinya adalah manajemen yang baik, saya yakin masa keemasan olahraga Bengkulu akan kita capai asalkan memiliki kesamaaan niat dan visi yang sama untuk melakukan perbaikan” kata pria yang akrab disapa Bung Yogi ini dengan nada optimis. 

Ia kemudian mencontohkan raihan prestasi atlet Bengkulu pada PON Papua beberapa waktu lalu. Raihan ini menurut Yogi bisa lebih banyak jika atlet yang dikirim mewakili Bengkulu mendapatkan pembinaan dan fasilitas yang tepat.

“Kita seharusnya bisa meraih medali emas lebih banyak, tapi kita tidak bisa protes karena kita tidak ada anggaran, akhirnya kita pasrah. Nah ini jangan terjadi lagi. Anggaran di KONI ini besar, seharusnya kita bisa mendapat prestasi yang lebih baik” kata Yogi.

Selain itu pengusaha muda ini mengatakan, persolan fasilitas dan sarana olahraga juga perlu modernisasi sehingga program pembinaan atlet sejalan dengan kesedian fasilitas “Mendorong prestasi atlet tentu harus sejalan dengan kesiapan fasilitas, baik itu sarana maupun kesejahteraan atlet, ini harus dalam satu tarikan nafas” kata dia. 

Kemudian manajemen organisasi KONI turut menjadi perhatian. Ia turut menyayangkan peristiwa hukum yang saat ini tengah mendera salah seorang mantan pimpinan KONI sehingga turut berdampak pada tata kelolah olahraga di Provinsi Bengkulu. 

“Saya berharap kedepan tidak ada lagi peristiwa seperti ini, KONI harus kita kelolah dengan manajemen yang lebih profesional. Teman-teman yang senior dan berpengalaman harus memberikan arahan dan yang muda menjadi garda terdepan. Insyallah kalau kita bergandengan tangan prestasi itu bukan tidak mungkin” kata Yogi. 

Apabila diamanahkan untuk memimpin KONI, Yogi akan menggalakan event olahraga sebagai wadah untuk membangun kembali semangat olahraga masyarakat. Semboyan lama “memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat” turut ia kutip. Semboyan itu menurut dia adalah totalitas dalam mengurus olahraga, tidak hanya prestasi tapi juga kesehatan bahkan olahraga sebagai industri. 

“Olahraga yang baik tidak kan pernah terwujud apabila tanpa dukungan dan partisipasi dari masyarakat. Kedepan lembaga-lembaga keolahragaan harus dilibatkan penuh terutama cabang-cabang olahraga, mereka harus menjadi leader dan sekaligus pengelolah anggaran secara penuh. Saya ingin beberapa tahun kedepan kita tidak hanya berbicara prestasi tapi bagaimana olahraga juga bernilai ekonomi” kata dia.

Namun, dibalik optimis itu ia juga mengatakan, membangun prestasi olahraga bukanlah perkara muda. Dibutuhkan waktu yang panjang dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pembenahan masalah regulasi.

“Saya sebagai pengusaha selama ini hanya bisa bantu sebatas sponsor, uang jalan tapi tidak bisa membuat mereka menjadi pemenang. Untuk membuat mereka menjadi pemenang membutuhkan waktu yang panjang, fasilitas harus kita penuhi, kesehatan dan kesejahteraan harus dipenuhi” demikian kata Bung Yogi. 

Editor: Iman SP Noya