Menko Polhukam Ingatkan Seluruh Elemen Jaga Integrasi

Menko Polhukam Mahmud MD

Menko Polhukam Mahmud MD saat membuka seminar APPSI di Balai Raya Semarak Bengkulu. Minggu, 19 Juni 2022. Foto/Dok

Interaktif News - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengingatkan agar seluruh elemen perlu menjaga integrasi, dan tidak boleh berdemokrasi sendiri-sendiri. Ia menegaskan bahwa yang mengancam integrasi itu, seperti RAS, Daerah, Bahasa, Suku perlu diperhatikan dan dijaga.

Hal ini disampaikan Menko Polhukam saat membuka seminar Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2022 yang mengangkat tema "Menjaga dan Membangun Integrasi Nasional" di Balai Raya Semarak Bengkulu, Minggu (19/6/2022).

"Beberapa hal tentu perlu dijaga untuk menjaga keutuhan bangsa, salah satunya dengan menegakkan hukum dengan baik, seadil-adilnya tetapi dengan aturan-aturan hukum," terang Mahfud yang pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi 2008-2013.

Menurutnya, hadirnya demokrasi yang baik tentu diperlukan perbaikan pada beberapa sektor. Hal ini guna menjaga kondusifitas menuju Pemilu 2024 mendatang.

"Demokrasi akan tumbuh kalau pelayanan di birokrasi berjalan baik, dan didasari aturan hukum yang jelas. Terutama menyongsong Pemilu 2024, ancaman terhadap integrasi bisa tumbuh, muncul sewaktu-waktu karena pencalonan, rivalitas dsb," sampai Mahfud.

Sementara itu, Ketua Umum APPSI Anies Baswedan mengungkapkan kondisi sekarang setiap daerah mengalami kemajuan, namun tidak secara merata. Dan inilah yang harus didiskusikan bersama di forum seminar APPSI ini.

"Kita saat ini, mengalami kemajuan di berbagai sektor, pada saat yang sama kemajuan itu tidak terjadi sama di semua tempat. Ada yang kemajuannya pesat, ada yang lambat. Ini memberikan kita tantangan bagaimana bisa menjaga keutuhan di dalam berbangsa bernegara," ujar Anies yang juga menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Lebih lanjut, Anies menambahkan Di mana disaat yang sama ada ketimpangan itu, di sisi lain kita juga menyaksikan efek dari informasi yang begitu pesat sirkulasinya dan sebagian informasi tersebut mengandung unsur ketidakbenaran yang juga berpotensi membuat kerenggangan.

"Tema-tema inilah yang kemudian menjadi dasar pemikiran bagi pemerintah Provinsi se-Indonesia untuk bisa berdiskusi bersama, merumuskan langkah-langkah untuk bisa mengantisipasi hal tersebut," terang Anies.

Kemudian, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, topik yang dibahas pada Seminar APPSI ini sangat cocok untuk diselenggarakan di Bengkulu, di mana Bengkulu ingin mengulang kembali sejarah dahulu. Disaat Bung Karno mampu menyatukan pemikiran rakyat Indonesia yang berbeda-beda waktu itu menjelang kemerdekaan dengan berdiskusi.

"Memang ini menjadi suatu topik yang sangat penting demi menjaga keutuhan bangsa menjelang Pemilu. Oleh sebab itu, Bengkulu sangat cocok menjadi tuan rumah. Seperti dahulu, Bung Karno mampu menyatukannya dengan diskusi bersama tokoh-tokoh penting di Bengkulu," kata Gubernur Rohidin.

Pembukaan Seminar APPSI di Provinsi Bengkulu ini diikuti seluruh Asisten I bidang pemerintah dan kesejahteraan rakyat, dan Karo Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat se-indonesia, hal ini merupakan pertemuan lanjutan pada Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Rakernas APPSI) di Bali lalu.

Editor: Alfridho Ade Permana