Masih Saja Ditemukan, Disdikbud Ingatkan Sekolah Tak Jual Seragam

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, A Gunawan. Foto/Dok: DPRD Kota Bengkulu

Interaktif News – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu mengingatkan kepada seluruh sekolah, baik tingkat SD maupun SMP untuk tidak menjual baju seragam dan sejenisnya, karena dapat membebani orang tua siswa.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan tak membatasi akses pendidikan, dengan unsur pemaksaan bagi anak-anak dari berbagai latar ekonomi rendah di Kota Bengkulu.

Pasalnya harga seragam sekolah yang dijual terlalu tinggi, dapat berdampak negatif, khususnya ekonomi bagi keluarga siswa.

Terkait hal ini, Disdikbud Kota Bengkulu masih menemukan sejumlah sekolah, baik tingkat SD dan SMP yang menjual baju seragam di sekolah, sehingga mendapat teguran dari pihak Disdikbud.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu A Gunawan menegaskan bahwa, pihak sekolah dilarang mengarahkan siswa untuk membeli seragam di sekolah.

“Menyoal seragam menjadi tanggung jawab orang tua untuk membeli dimana saja. Kecuali seragam yang khas dari sekolah seperti baju batik, baju muslim dan seragam olahraga,” ujar Gunawan, Selasa (1/8/2023).

Pihaknya mengimbau agar sekolah di Kota Bengkulu tidak menjual baju seragam di sekolah, karena akan memberatkan orangtua siswa/walimurid.

Kalaupun ada kebijakan kata Gunawan, pihak sekolah harus duduk bersama orangtua siswa/ walimurid untuk membahas dan mengambil keputusan, agar tak memberatkan mereka.

“Kita imbau kepada kepala-kepala sekolah agar mendiskusikan terlebih dahulu jika ada kebijakan, agar tidak memberatkan walimurid. Ajak ngobrol wali muridnya, setelah itu disepakatilah bersama, agar nanti kebijakan yang diambil itu tidak memberatkan,” tandasnya. (MCKB)

Editor: Alfridho Ade Permana