Kenali Sakit Kepala Anda, Pilih Saridon Ekstra sebagai Pereda

Sakit kepala

Ilustrasi sakit kepala, Foto: Dok

Tips Interaktif  - Panji teman kerja sekantor menceritakan pengalamannya saat mengalami sakit kepala. Mulanya ia menggangap itu hal biasa namun, lama-lama sakit kepala yang ia alami mulai terasa mengganggu. Rahang serasa kejang, mual hingga tubuh terasa nyeri adalah gejala yang kerap ia alami. Panji mengaku sudah mencoba beberapa macam jenis obat mulai dari obat kimia hingga obat tradisional untuk mengatasi gejala yang dialami.

Benny juga bercerita demikian. Ia kerap diserang sakit kepala terutama saat kurang tidur atau saat terlalu lama di depan layar komputer. Biasanya sakit kepala yang ia alami segera hilang dengan cara banyak beristirahat dan mengkonsumsi obat tertentu. Gejala yang dirasakan Benny sedikit berbeda. Saat sakit kepala menyerang Benny mengaku mukanya kerap berkedut. 

Sakit kepala adalah kondisi ketika timbul rasa sakit dan tidak nyaman di kepala, kulit kepala, atau leher. Sakit kepala sering pula disebut penyakit pasaran lantaran hampir semua orang mengalami. Siapa pun, kapan pun, dan dimana pun sakit kepala bisa saja menyerang.

Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sakit kepala yang tidak terkait pada penyakit lain atau sakit kepala primer dan sakit kepala akibat adanya penyakit lain atau sakit kepala sekunder.

Bentuk sakit kepala juga berbeda-beda. Ada tiga kelompok sakit kepala menurut tempat dan gejala yang dialami. Pertama; Sakit kepala depan yang merupakan jenis sakit kepala yang paling sering dialami banyak orang seperti migraine. Kedua sakit kepala belakang yang merupakan sakit kepala yang banyak dipengaruhi akibat strees, kurang tidur atau akibat lapar yang berlebihan. 

Ketiga sakit kepala samping (kiri/kanan). Sakit kepala samping kanan biasanya sakit kepala kronis dan disebabkan efek penyakit lain. Berbeda dengan sakit kepala sebelah yang disebabkan gaya hidup kurang sehat seperti kebanyakan merokok dan minum alkohol. 
 
Sebagian besar orang yang terserang sakit kepala mengaku bisa menyembuhkan sendiri. Cukup dengan beristirahat atau banyak mengkonsumsi air putih. Namun, dalam banyak kasus sakit kepala hanya dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi obat tertentu. Hanya saja obat yang dipilih harus benar-benar tepat agar sakit kepala yang dialami segera hilang. 

Salah satu yang direkomendasikan banyak penderita sakit kepala adalah Saridon Ekstra. Obat yang mudah ditemui di apotek atau toko obat ini merupakan obat yang dapat menyembuhkan sakit kepala seketika. Saridon Ekstra telah teruji klinis di Badan POM dengan resgister BPOM: DBL1402008804A1. 

Saridon

Saridon Ekstra mengandung kombinasi zat aktif Paracetamol, Propyphenazone, dan Caffeine. Obat ini memiliki efek terapi sebagai Analgesik (obat yang meringankan nyeri), Antipiretik (obat yang menurunkan suhu tubuh), dan stimulan sistem saraf pusat (obat yang memberikan efek pencegahan rasa kantuk). Saridon Ekstra salah satu obat pereda rasa nyeri dan sakit kepala yang memberikan efek tidak mengantuk.

Tiap kaplet mengandung: Paracetamol 500 mg dan Caffein 50 mg. Cara penggunannya bagi dewasa dan anak-anak di atas usia 12 tahun harus mengkonsumsi 1 tablet 3-4 kali sehari. Anak-anak 6-12 tahun cukup dikonsumsi 1/2 tablet 3-4 kali sehari. Obat berbentuk tablet ini harus digunakan sesuai dengan aturan pakai yang telah tertera dalam kemasan. Salah satunya dikonsumsi sesudah makan atau sesuai anjuran dokter.

Saridon Ekstra merupakan produk PT. Bayer Indonesia, pabrik obat kenamaan yang telang malang melintang dalam penyedia obat-obatan Indoneisa. Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science. Produk serta layanan Bayer dirancang untuk memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas hidup manusia. Group Bayer bertujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Sebagai korporasi, Bayer memegang teguh prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan serta tanggung jawab sosial dan etika. Produk Bayer sudah tersedia di Indonesia sejak 1920. Secara badan hukum, pendirian PT Bayer Indonesia dikukuhkan pada 1957. 

Editor: Irfan Arief