Jadi Destinasi Wisata Baru, Pembangunan Jembatan Air Sebakul Habiskan Rp 60 M Lebih

jembatan sebakul

Jembatan Elevated Nakau-Air Sebakul Bengkulu, Foto: Dok

Interaktif News – Jembatan Elevated Nakau-Air Sebakul jadi destinasi wisata baru bagi masyarakat Bengkulu, khususnya warga kota. Jembatan sepanjang 600 meter ini ramai dikunjungi warga yang ingin berfoto atau sekedar menikmati pemandangan terbuka dari atas jembatan. Namun, dibalik kemegahan kontruksinya, ternyata uang negara yang digelontorkan tidaklah sedikit. 

Dikutip dari lamar LPSE Kementrian PUPR, proyek pembangunan jembatan ini menghabiskan biaya Rp. 60 Miliar dengan dua tahun anggaran. Proyek jembatan yang membela Cagar Alam Danau Dendang Tak Sudah ini awalnya direncanakan selesai dalam satu tahun anggaran (2019) namu kendala teknis proyek harus terhenti di tengah jalan dan dilanjutkan pada tahun 2021. 

Pada tahun 2019 Kementrian PUPR menyiapkan pagu anggaran senilai Rp. 51 M lebih dengan menunjuk PT. Surya Alnusa Mandiri sebagai pelaksana proyek. Nilai kontrak Kementrian PUPR dengan perusahaan tersebut mencapai Rp 41 Miliar lebih. Namun, proyek belum tuntas sehingga berlanjut di tahun 2021.

Pada Tahun 2021 Kementrian PUPR kemudian mempercayakan pekerjaan proyek pada PT. Bumi Arenas Raflesia untuk melanjutkan pekerjaan. Nilai kontraknya mencapai Rp 18 M lebih. Dengan demikian total anggaran negara yang dihabiskan untuk membangun jembatan itu mecapai Rp. 60 M lebih di luar biaya pengawasan dan perencanaan. 

Jembatan Elevated Nakau-Air Sebakul dibangun dengan konstruksi tiang pancang yang merupakan bagian dari proyek reservasi jalan Bengkulu Outer Ring Road (BORR) sepanjang 5,8 kilometer. Proyek BORR ini dibagi menjadi dua paket pengerjaan yaitu untuk pembangunan jembatan elevated sepanjang 600 meter dan pengerjaan jalan sepanjang 3,7 kilometer. 

Jembatan yang menghubungkan Simpang Empat Nakau dengan Air Sebakul Kota Bengkulu ini diharapkan mampu menompang alur transportasi terutama angkutan barang dengan tonase besar. Konstruksi elevated sendiri dipiluh untuk menghindari terganggunya ekosistem di Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah. 

“Kalau selesai dibangun masih dilakuakan tes uji pembebanan sebelum nantinya jalan ini dibuka untuk umum. Kalau dilihat dari konstruksinya, jalan ini bisa dilalui kendaraan besar tapi jangan sampai kendaraan bermuatan itu melebihi tonase ataupun beriring-iringan terutama saat berada di atas jembatan elevated" kata Kepala BPJN Provinsi Bengkulu, M. Diantoro Murod beberapa waktu lalu. 

Editor: Irfan Arief