Wabup Gustianto Klaim Kasus Stunting di Seluma Menurun Drastis

wabup seluma

Wakil Bupati Seluma, Gustianto, Foto: Dok

Interaktif News - Pemerintah masih memberikan perhatian khusus pada masalah bayi kurang gizi lantaran masih menjadi faktor utama terjadinya stunting atau masalah gagal pertumbuhan pada anak.

Menurut data BPS Provinsi Bengkulu tahun 2022, kasus bayi gizi buruk di Kabupaten Seluma sendiri masih bertengger pada urutan kedua tertinggi dari 9 kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.

Namun demikian, Pemrintah Kabupaten Seluma tetap optimis mampu menurunkan angka prevalensi stunting di bawah 14 persen di Tahun 2024.

Wabup Seluma, Gustianto yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Seluma bahkan mengklaim angka stunting sepanjang tahun 2023 menurun drastis, meski masih muncul kasus baru.

"Alhamdulillah berkat doa kita bersama serta kerja kita bersama, angka stunting kita menurun. Angka penurunan ini bisa dilihat dari progres saat ini," kata Wabup Seluma Gustianto, Rabu, (20/12/2023).

Ia menjelaskan sekira satu bulan lalu, salah satu kasus stunting muncul di wilayah Desa Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo, yakni anak perempuan dari pasangan Widayat dan Maria disebut sudah dalam daftar garis merah stunting.

"Memang masih ada kasus stunting yang baru, tetapi kita tetap optimis kedepannya di tahun mendatang angka stunting ini semakin menurun drastis," ujar Gustianto.

Sebelumnya, Pemkab Seluma menerima dana insentif fiskal sebesar Rp 5,7 miliar. Dana tersebut merupakan bentuk perhargaan atas pencapaian dalam percepatan penurunan kasus stunting.

Dana insentif fiskal itu, disebut Wabup Gustianto akan digunakan untuk penanganan stunting seperti dengan pemberian gizi bagi ibu hamil serta jaminan kesehatannya. Selain itu dana juga diperuntukan pemberian nutrisi makanan yang baik bagi ibu hamil.

"Pengguna dana itu nantinya bisa digunakan untuk pembelian logistik berupa asupan gizi bagi yang dianggap stunting atau pun susu serta sanitasi lainnya,” ungkap Gustianto pada Oktober 2023 lalu.

Reporter: Deni Aliansyah Putra