Terkesan Lalai, Warga Minta Pemkab Seluma Evaluasi Pelayanan Kesehatan

Pelayanan Kesehatan Seluma

Riki Rikarno, Warga Desa Talang Tinggi, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma saat diwawancara. Kamis, 23 Februari 2023. Foto/Dok: Deni Putra

Interaktif News - Perasaan dukacita masih menyelimuti Riki Rikarno (36), Warga Desa Talang Tinggi, kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma, Bengkulu pasca ditinggalkan kakak iparnya, Ariyanto (36).

Ariyanto meninggal dunia akibat penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) pada Kamis malam, (16/2/2023) lalu.

Tapi ini bukan soal sakit DBD yang dapat mengakibatkan kematian, namun Riki menyesalkan sewaktu almarhum kakaknya, mendapati pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Seluma Barat hingga RSUD Tais Kabupaten Seluma, yang terkesan lalai dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Riki bercerita, Almarhum sekitar dua minggu lalu sempat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Talang Tinggi Seluma Barat, saat itu telah dilakukan pemeriksaan sample darah, namun belum ada diagnosa terkait sakit DBD.

"Almarhum sebelumnya sempat diperiksa di Puskesmas Talang Tinggi, periksa sample darah, kemudian diberikan obat vitamin, hanya itu," kata Riki kepada media ini, Kamis (23/2).

Kemudian perawatan almarhum dilanjutkan di rumah, namun kondisinya semakin memburuk karena telah mengalami dugusi dan bintik-bintik merah di tubuhnya.

Setelah itu, pihak keluarga langsung saja berinisiatif membawa almarhum ke RSUD Tais dengan meminta bantuan transportasi ambulance puskesmas Talang Tinggi. 

Namun, pihak keluarganya keberatan lantaran dimintai ongkos sebesar Rp 250 ribu, untuk biaya minyak mobil dan sewa sopir ambulance, sehingga mereka meminta bantuan dengan tetangganya.

"Kami waktu itu mau merujuk ke RSUD tais, tapi ingin memakai mobil ambulan puskesmas talang tinggi. namun kita dimintai ongkos sehingga dibatalkan dan meminta bantuan sama tetangga," tutur Riki.

Selanjutnya, Di RSUD Tais almarhum sempat dilakukan perawatan medis diruangan rawat inap selama tiga hari, kemudian dokter menyarankan pasien pulang untuk dilakukan rawat jalan.

"Kalau di rumah sakit RSUD Tais, kakak saya di diagnosa Anemia berat. tetapi belum dijelaskan apa penyebab sakitnya itu, kemudian pihak rumah sakit menyarankan pulang kerumah untuk dilakukan rawat jalan,"ujar Riki.

Setelah tiba di rumahnya, kondisi kesehatan almarhum semakin memburuk karena mengalami pendarahan yang sangat hebat di gusi dan mulut. Lantas keluarga langsung segera membawa almarhum ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu.

Sesampai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bhayangkara, pihak rumah sakit bertanya kenapa lambat keluarga merujuk almarhum, karena kondisinya sudah kritis. "Sempat ditanya sama dokter kenapa lambat merujuknya, kami bingung mau menjelaskannya," kata Riki.

Lanjutnya, Almarhum tiga hari dilakukan perawatan intensif di ruangan ICU rumah sakit Bhayangkara, pendarahan hebat terjadi pada almarhum sehingga dibantu dengan 2 kantong darah.

Setelah itu, pihak keluarga penasaran dengan penyakitnya almarhum sehingga mencoba bertanya kepada rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu.Dokter menjelaskan bahwa almarhum mengidap sakit DBD akut. sebab itulah terjadi pendarahan hebat dan Anemia. 

"Sejak dari awal, saya sudah menduga, sampai penjelasan dari rumah sakit Bhayangkara almarhum meninggal akibat DBD yang sudah akut atau parah," kata Riki.

Jenazah almarhum kemudian di bawa rumah duka di Desa Talang Tinggi dan selanjutnya dilakukan fardu kifayah pada hari Jumat siang (17/2/3) yang lalu.

Meninggalnya almarhum, pihak keluarga telah mengikhlaskan, namun yang sangat disayangkan terhadap pelayanan di RSUD Tais dan Puskesmas Talang Tinggi, yang terkesan lalai dalam mendiagnosa penyakit terhadap pasien tersebut. 

"Yang kami sesalkan di RSUD Tais dan Puskesmas Talang Tinggi ini tidak teliti dalam mendiagnosa penyakit pasien, sehingga hal itu bisa berdampak fatal,"ucap Riki.

Atas kejadian ini, Ia berharap agar Pemerintah kabupaten (Pemkab) Seluma dapat segera mengevaluasi kembali pelayanan kesehatan terhadap pasien di RSUD Tais dan juga Puskesmas disetiap wilayah di kabupaten Seluma.

"Sesuai dengan visi misi Bupati Seluma Erwin Octavian yaitu, Seluma melayani, harusnya pelayanan dapat maksimal dan juga teliti, harapannya jangan sampai terjadi lagi seperti ini kedepannya," pungkas Riki.

Reporter: Deni Aliansyah Putra
Editor: Alfridho Ade Permana