Siapapun Anda Bisa Menjadi Figur Ratu Adil !

Menjadi  Ratu Adil Adalah Pilihan !

bengkuluinteraktif.com-Figur negarawan sejati, menjadikan dirinya seperti medan magnet positif yang akan menebarkan dan menarik segala hal yang positif, dan rumus ini berlaku pula sebaliknya, oleh sebab itu tidaklah sulit bagi negarawan sejati, bila selama masa kepemimpinannya akan menyebarkan benih-benih kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya.

Menjadikan rakyatnya merasa benar-benar menjadi tuan di istananya sendiri, bagi negarawan sejati, apa yang diucap akan terwujud (sabda pandita ratu ),dan apa yang diucapkan segera terlaksana ( idu geni ), siapapun dapat menghayati dan membuktikan sendiri.

Karena Negarawan sejati bukan hanya monopoli seorang presiden, raja, atau perdana menteri saja, namun bisa dilakukan oleh siapapun orangnya ; gubernur, bupati, camat, lurah, ketua RW/RT, karena setiap orang pada dasarnya adalah pemimpin, minimal menjadi pemimpin buat dirinya sendiri, dan keluarganya.

Kiranya tidaklah mengada-ada, apabila telah diisyaratkan oleh para leluhur kita di masa lampau, bahwa negeri ini akan mencapai kejayaannya kembali, menjadi negeri yang adil, makmur, gemah ripah loh jinawi, hanya pada saat mana dipimpin oleh figur Ratu Adil.

Berarti pula memiliki kiasan sebagai pribadi-pribadi yang gandrung keadilan dan sistem sosial-ekonomi-politik yang adil, dan siapapun anda bisa menjadi figur ratu adil apabila anda memiliki kemauan sungguh-sungguh yang anda tetapkan mulai hari ini.

Oleh sebab itu kita harus mau dan mulai melakukan berbagai usaha untuk meredam kekuasaan lymbic section (insting hewani) dalam diri kita ! cukup banyak ragam cara yang dapat ditempuh, misalnya dengan berolah_raga dan berolah batin, meditasi, semedi, mesu budi, maladi hening hingga tradisi jazirah timur tengah yaitu berdzikir, i’tikaf.

Semua itu secara esensi mengandung inti tujuan yang sama, yaitu menggali getaran nurani sebagai terminal getaran energi Tuhan Yang Maha Menghidupkan ! energi yang hidup abadi yang ada dalam diri kita yang lebih dekat dari urat leher itulah TUHAN yang bersembunyi di dalam hati kita.

Intinya adalah bagaimana cara kita agar kita mampu untuk mengolah rasa dan menggapai kesadaran tinggi (highest consiousness) untuk menjadi diri sejati, menjadi negarawan sejati, yang memiliki sipat kandel, winasis sebagai pribadi yang trewaca, waskita dan permana.

Penulis: NN
Editor: Freddy Watania