Sang Bupati yang Tukang Update COVID-19

Herwan Antoni

Herwan Antoni Pjs Bupati Lebong/Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Poto:Dok

Interakatif News – Bagi saya tanggungjawab itu melekat, pertama saya sebagai manusia, kedua saya dibekali ilmu kesehatan yang harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk masyarakat. Dinas yang saya pimpin merupakan ujung tombak dalam pengendalian wabah COVID-19 sehingga apapun konsekuensinya dan sebesar apapun resikonya itu akan tetap saya lakukan. Alhamdulilah hingga hari ini masih diberi kesehatan dan belum terpapar COVID-19. 

Demikian dikatakan sosok dibalik update kabar COVID-19 di Bengkulu dalam wawancaranya dengan Bengkuluinteraktif.com beberapa waktu lalu. Ia adalah Herwan Antoni, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Pria yang akrab disapa Pak Herwan ini bak robot yang mengatur algoritma data komputer namun, dalam nuansa berbeda sebagai sosok penting dibalik informasi yang diterima masyarakat Bengkulu tentang perkembangan dan pernak-pernik COVID-19. 

Herwan Antoni sejak wabah COVID-19 merebak di Provinsi Bengkulu pada Juli lalu tidak pernah lepas dari data. Sosok ini bahkan membagi sendiri data resmi Gugus Tugas COVID-19 di Group WhatsApp COVID-19 Bengkulu yang berisi kalangan wartawan.  Ia tidak pernah absen sehari pun. Tepat sekira pukul pukul 16.00 WIB wartawan akan nangkring di Group Wa COVID-19 Bengkulu sembari menunggu empat buah kiriman dari sang kepala Dinas. Video keterangan pers, rekaman suara, data PDF, dan narasi dalam bentuk MS Word. Empat dokumen itu cukup bagi kalangan wartawan dengan platform apapun untuk mengisi kanal media update COVID-19 di Bengkulu. Aktifitas itu rutin dilakukan walaupun di hari libur.

“Jam kerja dinas boleh saja libur tapi informasi tidak pernah libur. Saat awal-awal dulu, setiap hari bahkan hitungan jam masyarakat selalu bertanya, ada pula yang langsung naya ke saya terutama teman-teman dan keluarga tapi sekarang sudah lumyan longgar tapi bukan berarti masyarakat tidak butuh informasi. Tugas kami tetap melakukan update” ujar lulusan magister Kesehatan Masyarakat UGM ini.

Ia tidak segan-segan pula mengkonfirmasi balik apabila data yang dikirim kurang jelas atau harus dikonfirmasi ulang.  Konfirmasi sangat terbuka baik melalui group WA maupun japri langsung ke yang bersangkutan. Tidak hanya pesan singkat, ditelpon pun pasti diangkat. 

“Saya sengaja membagi sendiri data-data itu (COVID-19) karena alasan pertangungjawaban dan validasi. Kalau staf yang kirim bayangkan kalau seandainya terjadi kesalahan tentu mereka yang akan disalahkan. Bagi saya membagi sendiri itu akan lebih nyaman dan lebih memenuhi tanggungjawab atas jabatan yang melekat dengan saya. Lagi pula teman-teman wartawan tentu lebih nyaman dengan informasi daring karena selain sesuai protokol cOVID-19, lebih aman” kata sosok yang saat ini juga diamanahi jabatan sebagai Pjs Bupati Lebong ini. 

Walaupun diberikan amanah tugas baru, Herwan Antoni tidak melepaska tanggungjawab utamanya sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Sejak ditunjuk sebagai Pjs bupati pada 26 September 2020 lalu namun, aktifitas rutin berkirim update perkembangan COVID-19 terus Ia lakukan sendiri. Polanya tetap sama, sosoknya akan muncul menjelang sore dengan empat buah data video, suara, pdf, dan narasi word. 

“Menjadi Pjs bupati itu tugas baru yang dimanahkan atasan kepada saya. Sebagai ASN saya tentu harus patuh tanpa mengurangi tanggungjawab tugas saya di Dinas Kesehatan. Sejauh ini saya tidak menemui masalah, hanya saja harus lebih ekstra dan pandai-pandai membagi waktu” timpalnya saat ditanya kesibukan sebagai Pjs Bupati Lebong yang mungkin menggangu tugas sebagai kepala dinas. 

Namun demikian tutur Herwan, pekerjaan update informasi dan pengendalian wabah COVID-19 tidak Ia lakukan sendiri tapi tugas kolektif seluruh perangkat di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan Gugus Tugas COVID-19. Peran serta tim kerja menjadi faktor utama dalam penyajian informasi seputar informasi COVID-19 di Bengkulu. 

“Saya tidak berkerja sendiri tapi ada staf ada tim gugus tugas yang mengelolah data sebelum saya bagi dengan teman-teman. Tapi sebagai kepala dinas saya memiliki tanggungjawab diakhir untuk melakukan verifikasi agar data yang diterima masyarakat benar-benar valid. Saya hanya bagian kecil saja dari proses update data itu tapi peran teman-teman Gugus Tugas, seluruh perangkat Dinkes Provinsi Bengkulu, Puskesmas, rumah sakit, UPTD dan Dinas Kesehatan di Kabupaten Kota merupakan ujung tombak dari informasi yang diterima masyarakat” jelas Herwan

Herwan juga mengaku bersyukur karena data COVID-19 di Provinsi Bengkulu terhitung masih rendah karena masih berada di posisi ke-27 tingkat konfirmasi dari seluruh provinsi di Indonesia. Data COVID-19 di Bengkulu per tangal 28 Oktober 2020 menyebutkan Konfirmasi positif berada diangka 1.040 kasus, sedangkan pasien sembuh mencapai 740 orang atau 71,15 persen. Sedangkan kasus meninggal 48 orang atau 4,6 persen dari kasus konfirmasi.  

“Angka itu sangat fluktuatif tergantung dengan tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Pemerintah terus berupaya melalui berbagai cara termasuk melakukan sosialisasi secara massif dan menerbitkan regulasi untuk meningkatkan kesadaran bersama di tengah era adaptasi kebiasaan baru ini” ucap Herwan

Diakhir wawancara Ia menyampaikan pesan-pesan protokol kesehatan sepeti rajin mencuci tangan, menjaga jarak aman saat di tengah keramaian, dan menggunakan masker saat berpergian ke luar rumah. 

“Wabah ini belum bisa diprediksi kapan akan beraakhir namun, tugas kita sebagai masyarakat adalah mengantisipasi sedini mungkin agar tidak ikut terpapar. Mari kita bangun kolaborasi, tidak ada yang memiliki tanggungjawab lebih semua posisi kita sama dalam menghadapi pandemi ini. Upayakan berperilaku hidup bersih, pola hidup sehat, menjaga kesehatan lingkungan sekitar termasuk kalau ada yang bergejala atau merasa bergejala segerakan melapor ke petugas kesehatan” imbau Herwan Antoni. 

Dipuji Atasan, Dikagumi Mitra

Sosok Herwan Antoni menjadi sosok penting di tengah penanganan wabah COVID-19 di Provinsi Bengkulu. Seperti diampaikan Gubernur Bengkulu non aktif Rohidin Mersyah yang menyebut pengendalian wabah COVID-19 dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan koordinasi dan manajemen tim Gugus Tugas yang baik. Termasuk diantaranya peran Kepala Dinas Kesehatan Herwan Antoni yang melakukan sendiri update data COVID-19.

“Saya pikir itu sangat baik dan patut menjadi contoh di tengah kesibukan beliau yang juga menjabat Pjs bupati. Tugas kepala dinas kesehatan memang dituntut lebih maksimal di tengah wabah COVID-19” kata Rohidin Mersyah yang saat ini non aktif sebagai gubernur karena kembali mecalonkan diri di pilkada serentak 2020, Rabu, (28/10/202)

Hal senada pun disampaikan salah satu jurnalis yang turut merasakan manfaat dari update informasi COVID-19 yang dilakukan Herwan Antoni. Mahmud Yunus jurnalis di kontras.co.id mengaku sangat terbantu dan turut mengapresiasi.

“Kalau data itu dikirim oleh kepala dinas, tentu lebih valid dan tingkat pertanggngjawabanya lebih terpercaya, data juga bisa dikonfirmasi langsung ke yang bersangkutan agar tidak terjadi kesalahan sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat” kata Mahmud 

Mahmud berharap pola ini terus dipertahankan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni. Protokol COVID-19 juga berdampak kepada jurnalis yang beruaya meminimalisir kegiatan wawancara lapangan untuk mengantispasi lonjakan penyebaran wabah COVID-19. Mahmud mengaku lebih nyaman dengan pengumpulan data secara daring dalam membuat sebuh pemberitaan, dibanding harus bertemu langsung dengan narasumber.
 
Reporter: Riki Susanto