Gebyar Ekspor 2021, Gubernur Bengkulu Lepas Karet Olahan ke Afrika Selatan

 ekspor komoditas pertanian Provinsi Bengkulu

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melepas ekspor komoditas pertanian Provinsi Bengkulu. Jumat, 31 Desember 2021. Foto/Dok: Panji Putra Pradana

Interaktif News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melepas 100,8 ton komoditas karet olahan dari PT. Bukit Angkasa Makmur Desa Kembang Seri Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah senilai 2,5 miliar ke negara tujuan Afrika Selatan,Jum'at (31/12/2021).

Kegiatan pelepasan ekspor komoditas pertanian itu serentak dengan Gebyar Ekspor Pertanian Tutup Tahun 2021 yang disiarkan secara langsung dari Terminal Petikemas Makassar, Pelabuhan Soekarno Hatta, Sulawesi Selatan bersama Kapolri dan Menteri Pertanian RI. Gebyar Ekspor tutup tahun 2021 juga diikuti 34 provinsi dengan volume 1,3 juta ton senilai 14,4 triliun rupiah tujuan ke 124 negara.

Selama tahun 2021 sebanyak 7,752,17 Ton karet olahan senilai 187,6 Milyar lebih dari tiga pabrik besar di Bengkulu berhasil diekspor ke 5 negara yaitu Afrika Selatan, Amerika, Serikat, Cina, India, Kanada dan Rusia. 

Tahun ini juga Kopi Bengkulu dalam bentuk biji (green bean) sebanyak 36,5 Ton berhasil diekspor memenuhi permintaan 11 negara di tiga benua. Menurut data Dirjen Perkebunan Kementan, produksi kopi Bengkulu merupakan peringkat ke 5 nasional dengan capaian produksi 62.704 ton di tahun 2020 dan diprediksi mencapai 69.861 Ton di Tahun 2021, tentu ini sangat membanggakan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Rohidin mengatakan ekspor komoditas pertanian menjadi salah satu potensi besar untuk kemajuan Provinsi Bengkulu kedepan. Sehingga perlu terus ditingkatkan, baik dari sisi volume maupun standarisasi kualitas.

"Maka saya ingin memastikan melalui pelepasan ekspor simbolis pada hari ini, kita akan lakukan rapat semua sektor terutama terkait dengan kesiapan Pelabuhan Pulau Baai dan Bandara Fatmawati Soekarno seperti pengiriman kargo termasuk dari sisi bea cukai dan tentunya dari sisi produsen sektor pertanian dalam arti luas yang harus dipenuhi bersama," ujarnya.

Lanjut Gubernur Bengkulu ke-10 ini, Provinsi Bengkulu secara jelas memiliki beberapa potensi ekspor komoditas pertanian, yaitu kopi, sawit, cangkang sawit, sarang burung walet, getah karet, beberapa komoditas perikanan, yang selama ini telah banyak diekspor ke luar daerah bahkan luar negeri.

"Jadi potensi ini harus kita kembangkan secara bersama dan tentunya dukungan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait," pungkasnya.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas 1 Bengkulu, Bukhari menjelaskan tahun ini terjadi peningkatan frekuensi dan volume ekspor yang signifikan dari provinsi Bengkulu. yakni ekspor komoditas Karet, cangkang sawit dan kopi biji telah dilalulintaskan sebanyak 53,537,67 ton melalui pelabuhan laut Pulau Baai Bengkulu, sebanyak 6.310,08 ton melalui pelabuhan sungai Boom Baru dan 1458,57 ton melalui pelabuhan laut Tanjung Priok.

Untuk sektor komoditas karantina produk hewan, sarang Burung Walet (SBW) sebagai bahan baku telah dilalulintaskan dari Bengkulu melalui sebanyak 7.659,818 kilogram senilai 64,7 miliar lebih melalui Bandar Udara Fatmawati Soekarno. Produk ini nantinya akan diolah di pulau kawa untuk menjadi produk siap konsumsi lalu diekspor dengan tujuan utama Ke Cina.

Dikatakannya dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Polda Bengkulu terhadap ekspor pertanian Bengkulu sangatlah baik. 

"Sama-sama kita ketahui selama ini ekspor komoditas pertanian Bengkulu melalui pintu provinsi tetangga. Kami berharap dukungan dari Gubernur Bengkulu dan Kapolda Bengkulu bersama pelaku usaha, mendukung segera alur ekspor melalui pelabuhan Pulau Baai Bengkulu," kata Bukhari.

Reporter: Panji Pradana Putra
Editor: Alfridho AP