Forum Lintas Etnis Mareba Kutuk Penghina Suku Rejang

Forum Lintas Etnis Masyarakat Rejang Bersatu (Mareba)

Bengkuluinteraktif.com- Sekira pukul 09.00 WIB, Rabu (18/4) pagi kemarin, sekitar tiga puluhan warga yang mengatasnamakan Forum Lintas Etnis Masyarakat Rejang Bersatu (Mareba), melakukan aksi damai ke Polres Rejang Lebong di Kelurahan Dwi Tunggal, Curup. Massa menuntut pihak kepolisian mengusut kasus dugaan penghinaan suku Rejang yang dilakukan salah seorang oknum warga melalui media sosial facebook.

Dalam orasi yang disampaikan koordinator aksi Aris Palbo di depan Mapolres RL, disebutkan, bahwa postingan si pemilik akun facebook yang berisi konten penghinaan itu sangat melukai hati masyarakat, terutama masyarakat suku Rejang. Dimana di dalam postingan itu si pemilik akun menulis kata-kata yang tak pantas dengan ujaran-ujaran penghinaan terhadap beberapa hal yang menyangkut suku Rejang. Mulai dari perilaku pemuda dan pemudinya, hingga makanan khas suku Rejang, lemea.

 "Kami mewakili masyarakat suku Rejang, termasuk etnis lain yang menetap tinggal di tanah Rejang, meminta aparat kepolisian mengusut kasus ini, sebagai pembelajaran bagi pengguna medsos lainnya. Bukan kami bermaksud memprovokasi, kami hanya ingin agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi. Jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin akan muncul postingan-postingan serupa terhadap suku Rejang dan suku-suku lain yang berada di tanah Rejang ini," kata Aris.

Peserta unjuk rasa lainnya, Ishak Burmansyah, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, tak ada alasan bagi pihak kepolisian untuk tidak menindaklanjuti kasus tersebut. Sebab menurutnya, postingan melalui media sosial facebook itu merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun.

 "Kami juga tau, bahwa Polres Rejang Lebong sudah pernah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penyalahgunaan medsos. Jadi kami sangat berharap agar kasus penghinaan suku Rejang ini juga diusut tuntas sebagai bentuk pembelajaran bagi pengguna medsos lainnya," kata Ishak Burmansyah.

Menanggapi tuntutan pendemo, Kapolres Rejang Lebong AKBP Ordiva, S.Ik dalam dialog dengan perwakilan massa menyatakan bahwa pihaknya tetap mengacu pada alat bukti yang ada. Jika dalam kasus tersebut ditemukan adanya alat bukti yang menguatkan, maka sudah barang tentu kasus ini akan ditindaklajuti sesuai undang-undang yang mengaturnya.

 Atas kasus ini, terang Kapolres, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pemilik akun facebook yang diduga memposting ujaran penghinaan dan pencemaran nama baik suku Rejang tersebut. 
Namun dari pemeriksaan yang telah dilakukan penyidik Satreskrim Polres RL, tidak ditemukan adanya indikasi kesengajaan dari si pemilik akun. Sebab, akun tersebut diakui sudah dibajak atau dihack.

 "Ada sekitar dua hari si pemilik akun sempat kita amankan di Polres RL. Dan selama si pemilik akun diamankan, akun penyebar postingan berisi penghinaan itu masih dalam kondisi aktif. Sehingga penyidik berkesimpulan bahwa benar akun facebook itu sudah dibajak oleh orang tak dikenal. Tapi saya pastikan bahwa penyidik akan terus mendalami kasus ini, apalagi jika ditemukan adanya petunjuk-petunjuk baru," jelas Kapolres.

Pantauan wartawan, usai berorasi dan bertemu langsung dengan Kapolres RL, massa bergerak menuju Pemda RL guna menemui Bupati RL H. Ahmad Hijazi, SH, M.Si. Massa meminta pemerintah daerah mempatenkan lemea sebagai makanan khas Rejang Lebong. Sebelum bertolak ke kantor bupati, massa terlebih dahulu berorasi di Bundaran Dwi Tunggal. ( RRN/RC )