Direktur Utama Bank Bengkulu Periode 2020-2024 Resmi Dilantik

Bank Bengkulu

Foto/Dok: Mahmud Yunus

Interaktif News - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Jum'at (3/7/2020) kembali melantik Direktur Utama Bank Bengkulu periode 2020-2024.

Pelantikan tersebut setelah masa jabatan Direktur Utama Bank Bengkulu yang sebelumnya dijabat Agussalim periode 2016-2020 habis. 

"Dengan mengucapkan syukur atas kehadirat Allah SWT atas rahmad dan taufiqnya, Direktur Utama Bank Bengkulu, saya Gubernur Bengkulu resmi melantik saudara Agussalim menjadi Direktur Utama Bank Bengkulu periode 2020-2024,"kata Gubernur membacakan naskah pelantikan.

Dalam sambutannya, Gubernur menaruh harapan besar terhadap Direktur Utama yang baru saja dilantik. Semoga amanah dan bisa membawa Bank Bengkulu lebih baik dari sebelumnya.

"Rasanya kita masuk keruangan yang sama untuk kesekian kali. Pesan saya, semuanya harus tetap solid inilah tantangan Bank Bengkulu yang sebenarnya,"jelas Gubernur.

Rohidin juga mengingatkan dua PR besar Bank Bengkulu kedepan. Pertama, soal profesional individu dan kedua harus tumbuh dengan Sumber Daya Manusia yang tanggu untuk kemajuan Provinsi Bengkulu kedepan.

"Setelah pelantikan ini, kita kihat tumbuh dan berkembang apa tidak sampai Desember 2020 ini. Capaian modal pendapatan sampai desember nanti, progresnya kita akan lihat. Saya berharap melekat betul komitmen kita untuk kemajuan provinsi Bengkulu,” sampai Gubernur.

Sementara, Direktur Utama Bank Bengkulu periode 2020-2024, Agussalim memastikan kinerja Bank Bengkulu dari segi pertumbuhan bisnis sudah tumbuh diatas target yang di sepakati sebelumnya dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"..pertumbuhan laba dan aset kemarin kita sudah mencapai 7,4 triliun. Itu sebenarnya sudah tercapai target sampai akhir tahun. Jadi pertumbuhan kita sekarang cukup bagus dari segi kinerja. Tinggal yang menjadi PR kita sekarang bagaimana Bank Bengkulu bisa menjadi buku dua atau modal inti satu triliun,"ujarnya.

Agussalim juga menyebutkan, sesuai dengan peraturan OJK nomor 12/POJK.03/2020 tentang pengharusan konsolidasi permodalan perbankan khususnya Bank umum harus memiliki modal inti akhir tahun 2020 sebesar satu triliun, 2021 dua triliun dan 2023 tiga triliun.

"Itu harus melakukan konsolidasi terutama memenuhi 1 triliun tahun ini karena  Bank Bengkulu masih termasuk buku satu beluk memiliki modal 1 triliun,"sebutnya.

Kalau dari segi bisnis, Agussalim mengatakan kalau dari segi pertumbuhan bisnis dan kinerja alhamduillah Bank Bengkulu saat ini semakin baik.

Kedepan kami akan mengikuti arahan, kebijakan atau regulator konsolidasi perbankan karena ditahun 2021 itu karena modal inti 2 triliun maka, yang harus dipenuhi seluruh Bank umum kemungkina kita akan mengambil Kelompok Usaha Bank (KUD) yang nanti akan bergabung dengan Bank inti yang harus memenuhi 3 triliun.

Bicara soal pencapaian Agussalim menyebutkan sudah mencapai 850 miliar hanya kurang 150 miliar untuk mencapai 1 triliun di tahun 2020. Modal Itu bersumber dari modal inti pemegang saham syari'ah dan penjualan seri B hingga peningkatam usaha bisnis.

Sedangkan Laba Bank Bengkulu sampai akhir Juni 2020 itu 85 miliar. Hal ini lebih tinggi dari juni 2019 lalu karena ditahun lalu itu 107 miliar. Kita pastikan tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

"Kita sama-sama berusaha Bank Bengkulu semakin baik kedepannya, itu harapan kita," tutupnya.

Diketahui, selain pelantikan Direktur Utama, acara tersebut juga sekaligus pelepasan Komisaris independen periode 2016-2020 yang dijabat Asmai Ishak. Kemudian sebagai penggantinya, ada satu nama yang sudah diusulkan yakni mantan Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Supratman.

Kontributor: Mahmud Yunus