Dinas PUPR Kepahiang Bangun 6 Titik Jaringan Irigasi di Tahun 2021

rudy andi sihaloho

Kepala Dinas PUPR Kepahiang, Rudy Andi Sihaloho, Foto: Dok

Interaktif News - Jaringan irigasi merupakan prasarana utama dalam menunjang sistem pengairan sawah masyarakat di Kabupaten Kepahiang. Untuk itu Pemkab Kepahiang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dari tahun ke tahun terus berupaya melakukan pemeliharaan jaringan irigasi agar produktifitas hasil pertanian sawah masyarakat terus meningkat. 

Tahun 2021 Dinas PUPR Kepahiang telah mengalokasi miliaran anggaran untuk melakukan peningkatan jaringan irigasi maupun melakukan rehabilitasi jaringgan iragasi yang tidak berfungsi secara baik. Total ada 6 titik jaringan irigasi yang akan dibangun pada tahun ini.

Kepala Dinas PUPR Kepahiang Rudy Andi Sihaloho mengatakan, saat ini 6 titik proyek pembangunan itu sudah selesai lelang bahkan sebagian sudah memiliki kontrak dengan pihak ketiga. Saat ini pihaknya tinggal menunggu pelaksanaan proyek.  

“Proses lelang untuk rehabilitasi irigasi sudah selesai, dan sudah ada yang tuntas tanda tangan kontrak tinggal menunggu pelaksanaan di lapangan.” ungkap Kepala Dinas PUPR Kepahiang, Rudy Andi Sihaloho ST, Rabu, (28/07/2021) seperti dikutip bengkuluekspress.com.  

Adapun 6 titik jaringan irigasi yang akan dibangun yaitu; rehabilitasi jaringan irigasi Air Pungut dilaksanakan dengan nilain kontrak Rp 668,3 juta dengan CV Tiga Suadara sebagai pemenang kontrak. Selanjutnya kJaringan Irigasi Air Sengak Atas senilai Rp 680, 062 juta akan dikerjakan oleh CV Tajang Persada Permai. 

Irigasi Air Serut senilai Rp 857,831 juta akan dikerjakan oleh CV Seganti Setungguan. Kemudian jaringan irigasi Air Jambu juga dilakukan perbaikan tahun ini dengan nilai Rp 850,792 juta oleh CV. Carissa Group. 

Lalu jaringan irigasi Air Kotok II Rp 846,936 juta dimenangkan CV Keramasan Permai. Terakhir ada jaringan irigasi Air Besi Rp 1,27 miliar CV Defian Putra Agung yang beralamat kantor di Perum Rowinda Blok A Kelurahan Padang Lekat Kecamatan Kepahiang.  

Demi kelancaran proyek lanjut Rudy, pihaknya melaluia Pokja dan LPSE telah menetapkan perusahaan-perusahaan professional sehingga diyakini pelaksanaan proyek akan selesai tepat waktu sesuai dengan tahun anggaran dan kontrak kerja. [Adv]

Editor: Rabiul Awa