Dianggarkan di APBD-P, Supriyanto Harap Bansos Tepat Sasaran

DPRD Kota Bengkulu

Ketua DPRD Kota Bengkulu Supriyanto. Foto/Dok: Ist

Interaktif News - DPRD dan Pemerintah Kota Bengkulu mengesahkan APBD perubahan 2022 pada Rabu sore kemarin (28/09). Dalam pengesahan ini ada Silpa sebesar Rp 55 M yang kembali akan digunakan untuk aspek-aspek yang belum sempat dikerjakan. 

Sementara itu mengikuti instruksi pemerintah pusat, dalam APBD perubahan ini pemerintah kota mengalokasikan anggaran Rp 3,6 M untuk bansos pasca kenaikan harga BBM.

Ketua DPRD Kota Bengkulu Supriyanto mengatakan, anggaran yang bersumber 2 persen dari dana DAU ini akan diperuntukkan bagi kalangan ojol, nelayan, supir angkot dan lain-lain yang belum tersentuh bantuan sosial apapun.

Diharapkan dinas terkait bisa mendata ulang penerima bansos sesuai kategori yang ditetapkan pemerintah pusat yang terdampak kenaikan harga BBM.

"Sesuai regulasi kita mengalokasikan 2 persen dari dana DAU untuk bansos BBM. Tentunya harapan kita penyalurannya nanti sesuai dengan aturan yang berlaku dan tepat sasaran. Karena nelayan, supir angkot dan alain-lain yang dimaksudkan ini pastinya mereka kesulitan mencari nafkah karena operasionalnya ini kan sangat tergantung dengan BBM. Kita minta juga dinas terkait benar-benar mendata dengan baik agar penyalurannya tepat sasaran," ujar Supriyanto, Kamis (29/9/2022).

Selain mengalokasikan dana bansos BBM, dalam APBD perubahan ini Pemerintah Kota menargetkan tambahan pendapatan daerah senilai Rp 21 M dari sebelumnya target PAD Rp 238 M yang naik menjadi Rp 259 Miliar.

Supriyanto menambahkan prioritas anggaran pemerintah kota ini masih untuk infrastruktur dasar seperti pembangunan jalan dan pengentasan banjir.

"Yang jelas segala bentuk pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akan kita prioritaskan, apalagi waktu yang hanya tinggal beberapa bulan lagi ini kita harapkan penyerapan anggarannya ini bisa maksimal," pungkasnya. (Adv)

Editor: Alfridho Ade Permana