Dewan Provinsi Minta Pemda Seimbangkan Pembangunan Infrastruktur dan Mental Masyarakat

DPRD Provinsi Bengkulu

Interaktif News – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi mengatakan pemerintah, khususnya pemerintah daerah, terkadang mengkesampingkan program yang berhubungan dengan keagamaan karena lebih fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Padahal keduanya harus sama-sama diperkuat.

“Banyak hal yang terlupakan kadang-kadang, dari sekian banyak program pemerintah, keagamaan ini tidak menjadi prioritas padahal semestinya justru ini sama kuatnya dengan program-program pembangunan infrastruktur,” kata Jonaidi, Sabtu, (25/11/2023).

Lanjut Jonaidi, berbicara penguatan moral sangat berkaitan dengan pendidikan agama. Bahkan menjadi kunci yang tak bisa diabaikan sebab menjadi bagian yang sangat fundamental dalam pembentukan kepribadian manusia.

Karenanya ia sangat mendukung program-program yang memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan di tengah-tengah masyarakat.

"Pembangunan infrastruktur fisik memang sangat penting, tetapi kita juga harus memperhitungkan pembinaan mental masyarakat. Keseimbangan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan wilayah kita secara keseluruhan." kata Jonaidi

Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan program-program kesejahteraan mental dalam sistem pendidikan. Hal ini termasuk pelatihan keterampilan psikologis, program pemahaman emosi, dan dukungan konseling di sekolah-sekolah.

"Program sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya kesehatan mental. Hal ini tidak hanya melibatkan masyarakat umum tetapi juga pejabat pemerintah, agar mereka dapat lebih memahami dampak pembangunan terhadap kesejahteraan psikososial" jelas Jonaidi.

Selain infrastruktur fisik, kata Jonaidi, Pemda juga dapat mengebangkan pembangunan ruang terbuka dan fasilitas rekreasi. Tempat-tempat ini dianggap penting untuk meningkatkan kesejahteraan mental masyarakat melalui kegiatan positif dan relaksasi.

"Pemda memprioritaskan program pemberdayaan komunitas lokal, yang dapat mencakup pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro, dan dukungan psikososial untuk meningkatkan ketahanan mental masyarakat" kata dia. [Adv]