Catut Nama Kejari, Dinkes Bengkulu Selatan Tahan BPKB Mobil Kontraktor

dinkes bengkulu selatan

Kantor Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, Foto: Dok

Interaktif News – Masalah Tuntutan Ganti Rugi (TGR) di Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan berimbas panjang, pasalnya sebagai OPD yang menyandang TGR paling tinggi berdasarkan audit BPK tahun lalu, Dinkes dikabarkan menahan kendaraan milik salah seorang kontraktor bernama Giman Aidi sebagai jaminan TGR. 

Diceritakan Giman Aidi, dirinya adalah kontraktor di Dinkes Bengkulu Selatan untuk paket pekerjaan pembangunan Puskesmas Lubuk Tapi dan berdasarkan hasil audit BPK tahun lalu dirinya harus mengembalikan kerugian negara. 

"Saya sudah bayar tapi sisahnya sekitar 45 jutaan lagi, saya janji akhir tahun ini saya lunasi" ujar Giman Aidi kepada Bengkuluinteraktif.com, Senin, (13/09/2021)

Walaupun sudah menicicil TGR, pihak Dinkes Bengkulu Selatan tetap meminta BPKB mobil milik Giman Aidi untuk dijadikan jaminan. Pihak Dinkes beralasan penahanan BPKB itu atas permintaan pihak Kejari Bengkulu Selatan. Ia pun memberikan BPKB mobil Strada Triton BD 9281 NZ miliknya kepada salah seorang pegawai Dinkes berinsial E.

“Saya merasa ditipu karena pihak Dinkes yang meminta jaminan BPKB yang berinisial E itu beralasan pihak Kajari yang meminta" tegas Giman Aidi

Giman mengaku sangat dirugikan dan menyayangkan perlakuakn pihak Dinkes yang mengatasnamakan Kejari Bengkulu Selatan.

"Jadi saya sangat dirugikan sebab jangankan membantu pihak dinkes malah telah mencatut nama institusi Kejari untuk menahan BPKB mobil saya kalau tidak mencatut nama kejari tidak mungkin lah saya mau menyerahkan BPKB mobil saya" sesal Giman.

Pejabat Dinkes yang berinsial E yang disebutkan Giman Aidi saat dikonfirmasi tidak membantah perihal penahanan BPKB itu. Hanya saja dirinya meminta wartawan menayakan langsung masalah itu kepada Kepala Dinas.

“Tanyakan saja lansung (kadis) dan biarlah nanti saya menemui saudara Giman Aidi" ujar E ke awak media

Dalih penahanan BPKB yang disampaikan Dinkes Bengkulu Selatan dibantah langsung Kejari Bengkulu Selatan. Kasi Intel Nanda Hardika mengatakan, pihaknya tidak pernah meminta atau menyarankan Dinkes Bengkulu Selatan menahan BPKB kontraktor. 

"Tidak benar, tidak ada pihak kita (Kejari) baik kasi datun meminta BPKB bapak Giman Aidi, jadi itu cuma alasan pihak dinkes saja " tegas Nanda Hardika saat dikonfirmasi via pesan WhatApps.

Reporter: Yon Maryono