Baznas Bengkulu Salurkan Bantuan Beasiswa untuk 150 Mahasiswa

Baznas Provinsi Bengkulu

Ketua Baznas Provinsi Bengkulu Fazrul Hamidi saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa. Selasa, 2 Agustus 2022. Foto/Dok

Interaktif News - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu bersama Pemprov Bengkulu menyalurkan bantuan beasiswa kepada 150 mahasiswa kurang mampu, Selasa (3/8/2022) di kantor Baznas Bengkulu. 

Ketua Baznas Provinsi Bengkulu Fazrul Hamidi mengatakan bahwa terpilih nya 150 penerima beasiswa dari 800 orang mahasiswa yang mendaftar telah memenuhi kriteria, yakni keluarga tidak mampu dan berprestasi juga menjadi mahasiswa aktif.

"Jadi mahasiswa semester 3 dan semester 5 kalau semester 7 tidak bisa lagi, untuk besaran beasiswa perbulannya ada Rp. 300 Ribu hingga Rp. 600 Ribu yang diberikan selama 1 triwulan, jadi cukup untuk membiayai uang kuliah untuk 1 tahun," ujar Fazrul usai acara penyerahan. 

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang juga turut menyerahkan bantuan secara simbolis berharap kepada para penerima beasiswa dapat memiliki komitmen yang kuat untuk memanfaatkan zakat berupa beasiswa ini dengan baik, sehingga dapat memberikan keberkahan bagi panerima beasiswa tersebut.

Selain itu Gubernur Rohidin juga berpesan agar memanfaatkan waktu dengan sebaik - baiknya untuk terus belajar sebanyak - banyaknya saat menjadi mahasiswa, juga mengaktualisasikan diri dengan pengalaman - pengalaman baik di bidang organisasi maupun dunia kerja.

"Cuma empat tahun itu susahnya, empat tahun bersusah payah, setelah itu gampang mudah selamanya, silakan pilih mau empat tahun jadi mahasiswa senang - senang, santai, uang dikirim, tamat kuliah sampai tua nanti tidak mandiri, susah selamanya gara - gara empat tahun hanya senang - senang," nasehat Gubernur Rohidin kepada para mahasiswa.

Selain penyerahan beasiswa, pada kegiatan ini juga dilaksanakan Sosialisasi Penanggulangan Radikalisme yang mengangkat tema Memahami Hukum dan Penegakan Hukum Tindak Pidana Terorisme, juga kegiatan Vaksinasi yang merupakan kerjasama Badan Intelijen Daerah dan Satgas wilayah Densus 88.

Menurut Gubernur Rohidin kegiatan ini positif untuk generasi muda, agar mereka jangan sampai salah arah. Ditambahkan Rohidin anak muda sekarang karena saking produktifnya, saking proaktifnya dengan informasi takut mereka salah dalam menerima informasi.

"Maka dengan adanya sosialisasi, kemudian pembinaan - pembinaan badan intelijen terkait paham - paham radikal kemudian hal - hal yang bisa merusak konsepsi pemahaman keberagaman itu bisa dilakukan dengan baik," sampai Gubernur Rohidin.

Editor: Alfridho Ade Permana