Natural Bengkulu

Aparat Diminta Dalami Kasus Pemukulan Honorer BPKAD Kota

Aparat Diminta Dalami Kasus Pemukulan Honorer BPKAD Kota

Kota Bengkulu, BI – Kasus pemukulan terhadap honorer yang diduga dilakukan TE salah satu Kasubag di BPKAD Kota Bengkulu mendapat perhatian serius dari Konsorsium LSM Bengkulu. Pasalnya dari penjelasan korban TK ada permainan uang dalam masalah tersebut. Diungkapan TK kalau kasus iu bermula saat dirinya ditagih oleh TE uang sebesar 2 juta sebagai imbalan karena TE sudah mengusahakan perpanjangan kerja TK sebagai honorer di BPKAD.

“kasus pemukulanya tentu harus diusut ini bukan dunia premanisme, tapi informasi yang kami terima kasus ini kan bermula dari masalah uang jasa-jasa, disitu juga disebut ada oknum LSM yang bermain dengan janji urus pindah yang bersangkutan” Kata Syaiful, Koordinator Konsorsium

Aparat harus mendalami masalah ini karena kejadian permainan uang terhadap honorer ini sering terjadi. Mulai dari menjanjikan bisa menjadi honorer sampai dengan pindah tempat kerja “kami menduga kuat ada oknum yang bermain korbanya tenaga honorer”. Aparat harus menangani masalah ini sampai tuntas, bukan hanya soal pemukulan tapi masalah setoran honorer ke salah satu oknum LSM juga harus ditelusuri, kemana uang itu ngalir, Jelas Syaiful.

“LSM itu lembaga swadaya yang harus menjadi lokomotif masyarakat bukan malah mempermainkan masyarakat, ini catatan bagi kita semua, Konsorsium merasa tidak nyaman dengan aksi oknum yang justru menjadi beban di tengah masyarakat, ini mencoreng nama baik LSM, kasihan teman-teman LSM lain yang benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak” Kesal Syaiful 

Kejadian dugaan pemukulan terhadap honorer DPPKA Kota Bengkulu bermula saat TK dipanggil TE ke ruanganya dan menagih uang 2 juta sebagai imbalan atas diperpanjangnya masa kerja TE sebagai honorer BPPKA. Namun, TK enggan memenuhi permintaan TE lantaran TK menganggap tidak ada jasa TE terhadap perpanjangan masa kerjanya. TK malah menyebut sudah setor uang ke salah seorang oknum LSM agar dirinya bisa pindah dari BPPKA ke Bapenda Kota Bengkulu. 

TK menyebut sudah menghabiskan banyak uang untuk mengurus dirinya pindah dari BPKAD ke Bapenda. Uang tersebut dikasih kepada salah satu oknum LSM yang menjanjikan kepada TK untuk pindah dari BPKAD ke Bapenda. “Malahan saya yang sudah banyak habis uang untuk ngurus pindah ke Bapenda, ngasih salah satu oknum LSM. Nyatanya saya tetap di BPKAD, Terang TK, di harian Rakyat Bengkulu. 

Kasus dugaan pemukulan terhadap honorer BPKAD Kota Bengkulu saat ini sudah dilaporkan ke Polsek Muara Bangkahulu. 

Reporter :Freddy Watania
Editor : Riki Susanto